berhenti
Gara-gara obrolan nggak penting siang hari tadi, perasaanku kembali berantakan persis seperti di hari Senin bulan Mei tahun 2023. Bisa-bisanya memberi senyum manis seolah aku punya ruang di sudut yang penuh itu. Yang nggak pernah ditanya dan diberi kesempatan apapun untuk bicara. Bisa-bisanya memulai pecah saat semua canggung yang dibangun hingga aku kebingungan apa peranku hari itu. Sore tadi aku terpaksa pulang cepat, karena aku menangis tiada henti. Aku bingung harus sedih atau bahagia, karena air mataku keluar tanpa permisi seolah ada perayaan setelah bertahun-tahun diam. Jangan bawa senyum percuma itu untuk membangunkan luka yang aku timbun di rumahku sendirian. Sialnya, aku nggak pernah benar-benar membuangnya hari itu. Hari di mana aku nggak pernah diberi kesempatan untuk sekedar mengucap. Bahkan pergi-pergi ke ujung dunia yang kupikir bisa memberiku satu kesempatan yang kemungkinannya hampir nol itu, ternyata benar-benar nol. Ternyata aku cuma dapat kerja sama yan...

.png)

.png)

.png)
.png)
