Pelajaran Semingguku
Satu minggu menetap di rumah kakakku bukan sekedar liburan. Diam-diam aku belajar parenting, aku belajar karakter keponakanku, aku pelajari lingkungannya, aku pelajari emosi orang tua, dan aku belajar soal emosi personal baik itu dari kakakku, maupun kakak iparku. Sejak kecil, aku hidup di antara keluarga yang ramai. Aku sendiri 5 bersaudara, dan kami diasuh penuh oleh kedua orang tua kami di rumah yang sederhana. Mungkin selama aku menjadi anak, aku nggak punya tenggang rasa untuk memahami perasaan mamah atau papahku sebagai orang tua. Aku hanya tau bahwa anak perlu dipenuhi kehidupannya, dituruti hiburannya, dan ditenangkan tangisnya. Tapi ketika aku datang dan menginap satu minggu di rumah kakakku, usia 27 tahunku sudah punya sudut pandang berbeda menilai kondisi rumah tangganya. Hiruk pikuk, senang, dan emosi. Aku lupa, apa dulu mamah papahku juga begitu atau tidak. Tapi mungkin, beberapa memori buruk itu hilang seiring waktu. Dan seminggu di rumah kakakku, s...

